Demokrasi Digital: Gerakan Rakyat Gelar E-Musyawarah Satu Jam untuk Putuskan Arah Organisasi

JAKARTA – Gerakan Rakyat kembali membuat gebrakan dalam tata kelola organisasi berbasis komunitas. Hari ini, Minggu (18/1), organisasi yang dipimpin oleh Sahrin Hamid ini resmi menggelar E-Musyawarah secara serentak untuk menentukan arah masa depan organisasi.

‎Kegiatan yang berlangsung selama satu jam penuh ini menjadi ajang pembuktian demokrasi digital di tingkat akar rumput. Diperkirakan lebih dari 20.000 anggota dari berbagai daerah akan berpartisipasi memberikan suara mereka secara daring.

‎Hanya untuk Pemilik DNAGR

‎Keamanan dan validitas suara menjadi prioritas utama. Panitia pelaksana menegaskan bahwa hanya anggota yang telah memiliki Daftar Nomor Anggota Gerakan Rakyat (DNAGR) resmi yang dapat mengakses sistem E-Musyawarah tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil benar-benar berasal dari anggota yang terverifikasi.

‎Satu Pertanyaan Krusial

‎Berbeda dengan musyawarah konvensional yang berbelit-belit, E-Musyawarah kali ini hanya fokus pada satu poin tunggal yang akan menjadi sejarah bagi organisasi. Seluruh partisipan dihadapkan pada satu pertanyaan kunci:

‎"Kamu Setuju Gerakan Rakyat Jadi Partai?"

‎Hasil dari pemungutan suara digital ini akan menentukan apakah organisasi yang bermula dari gerakan sosial dan partisipasi politik akar rumput ini akan bertransformasi menjadi partai politik formal di Indonesia.

‎Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, sebelumnya sempat menyatakan bahwa keputusan besar organisasi harus berada di tangan rakyat (anggota), bukan segelintir elit. Langkah E-Musyawarah ini pun dianggap sebagai implementasi nyata dari pernyataan tersebut.

‎Hingga berita ini diturunkan, proses E-Musyawarah masih berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para pemilik DNAGR di seluruh penjuru tanah air.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak